Search This Blog

Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Sunday, May 6, 2012

IDENTITAS MEMBUKA PENERIMAAN ANGGOTA BARU 2012


Assalamu alaikum
Mulailah semuanya dengan kebaikan
Baiklah di pagi yang cerah ini saya akan membagikan info buat teman-teman khususnya untuk civitas akademika, bagi teman-teman atau dinda-dinda maupun kanda-kanda yang tertarik dengan dunia jurnalistik. Identitas sebagai koran kampus memberikan kesempatan kepada teman-teman untuk mengembangkan bakat teman-teman di dunia jurnalistik.

Yupz tidak salah lagi, inilah kesempatan buat kalian untuk mengambangkan bakat kalian, jangan lewatkan kesempatan ini teman-teman. Adapun spesifikasi penerimaan anggota baru meliputi:
  1. Reporter
  2. Fotografer
  3. Layouter
Jangan lupa sertakan biodata kalian beserta pas foto, serta tulisan tentang diri anda dan alasan anda begbung dengan identitas. (pertanyaan yang sangat mendasar namun kadang pertanyaan ini sangat sulit dijawab bagi mereka yang tidak punya visi dan misi).
Teman-teman juga jangan lupa kembalikan formulirnya di sekertariat PK indentitas, lantai 1 gedung perpustakaan UNHAS, sebelum tanggal 31 mei 2012.

Untuk formulirnya teman-teman bisa download di
DOWNLOAD FORMULIR


Info lebih lanjut bisa anda lihat di:
sumber :

Sunday, March 18, 2012

MENANGGAPI ISU KENAIKAN BBM


Saat Ini Hampir Semua Manyarakat Indonesia Telah Mengetahui Bahwa Pemerintah Akan Segera Menaikkan Harga Bahan Bakar Minyak, Karena Itu Mahasiwa Sebagai Sosial Control N Agen Of Change Telah Menjalankan Tugasnya Dengan Berusaha Menekan Pemerintah Agar Tidak Menaikkan Harga BBM, sebab ketika harga BBM dinaikkan maka secara otomatis harga-harga lainnya akan ikut melonajak, pemerintah tentu sudah tahu akan akibat dari kenaikan harga BBM ini namun pemerintah seperti tak mau tahu dengan penderitaan rakyat yang diakibatkan dari kenaikan BBM ini. sedangkan  BLSM yang

Thursday, March 15, 2012

Sekret HmI Jakarta Di obrak abrik aparat


JAKARTA - Aksi Brimob yang mengobrak-abrik ruang Sekretariat HMI di Jalan Cilosari Nomor 7, Cikini, Jakarta Pusat, semalam menunjukan pelecehan kepada organisasi yang sudah berusia 55 tahun itu.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Sekretaris Umum PTKP Badko HMI Jabodetabeka-Banten, Alfian Ramadhani, Kamis (15/3/2012).

"Sepanjang kami berdiri, itu belum pernah ada aparat masuk asrama kami dan mengacak-acak," ujar Alfian kesal.

Kata Alfian pihaknya akan terus menindak kasus penganiayaan yang dilakukan Brimob tersebut hingga tuntas. Pasalnya tiga kader HMI mengalami luka akibat tendangan dan pukulan dari anggota Brimob.

"Kami ada buktinya kok, pintu (sekretariat HMI) bekas ditendang rusak. Teman kami sekarang lagi di visum di RSCM," tuturnya.

Ketiga kader HMI tersebut yaitu Romadhon, Syafri Samsudin, dan Abu Solisa. Ketiganya sempat ditangkap dan dibawa ke Polsek Menteng untuk dimintai keterangan.

Sementara saat dihubungi secara terpisah pihak Polisi beralasan menangkap ketiganya karena melakukan aksi demonstrasi dengan pembakaran ban.

“Mereka melakukan pembakaran ban tadi malam, makanya kami menangkap mereka,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes AR Yoyol



Friday, January 27, 2012

Tattoo Business in Bali to Be Regulated

A regency in Bali is planning to prepare a regulation in efforts to prevent HIV/AIDS transmission in the area through tattoing.

Earlier, it was reported that an Australian tourist said he was infected HIV after having tattoo work done in Kuta.

Deputy Regent of Badung, Ketut Sudikerta, said the regulation on tattoo business in Kuta is a follow-up over reports about two aussies who were infected HIV in November 2011 after having their bodies tattooed.

Chief of Legislative Agency of Badung, Wayan Puspa Negara, said the hundreds of tattoo studios are scattered throughout Kuta. "Protection against tools which may transmit diseases is important," he said.

Wednesday, May 4, 2011

constraints faced by farmers in southeast asia

Farmers in Southeast Asia are often threatened with starvation,
when they routinely cultivate various crops.
This situation arises because they are under pressure to meet export targets and can not meet the personal needs independently.

This fact is noted in the discussion of agricultural sector in the ASIAN Civil Society Conference / ASIAN People's Forum (ACSC / AP), May 4, 2011, in Jakarta. The forum was followed by community representatives and activists from among the members of the Association of Southeast Asian Nations (ASIAN).

"The greatest burden of the farmers is that they are farming for export. While they do not have food security and ultimately often have to buy from the market, "said Arze Glipo, activists from the Asia-Pacific institutions on the Food Network Sovereignity, in a statement to the public.

Food security of farmers getting worse, especially since they themselves also tedesak land crisis that is now happening in Southeast Asia. Increasing population and expansion of the company often makes the farmers lose land and forced to work as contract laborers.

In Indonesia alone, according to the results of the discussion, foreign investors control of 1.3 million registered agricultural land, which often comes from forest land. These investors, according to the Indonesian Peasant Alliance (API), generally shifting the housing industry with their giant food industries.

While in the Philippines, food conglomerate which is affiliated with Malaysian investors invested U.S. $ 1 billion to develop 1 million hectares of rice and corn farms. World Food Programme also estimates 37 percent of children in Laos were severely malnourished.

Another threat for farmers in this region also comes from its member states plan to implement the ASIAN free trade system. Glipo declare free trade will create more and more farmers to grow food for export markets and also increasingly depend on getting their own food from the market. So they are also at the same time highly vulnerable to fluctuating food prices.

"The solution is simple. We must affirm regulations for investors in the land sector including foreign investors, "said Glipo. This means that ASIAN should implement land policy reform and more mengutamakannya small farmers to protect the right to food for all the people in Southeast Asia

Wednesday, April 27, 2011

Wabah Ulat bulu

pagi ni aq kuliah fisiologi ternak....
kebetulan saat itu ibu dosen membahas tentang ulat bulu
dari penjelasan beliau ada beberapa poin yang menjawab pertanyaan saya tentang mengapa ulat bulu menggila dan meresahkan masyarakat...
mungkin banyak diantara temen2 juga bertanya seperti itu
yup salah satu penyebabnya adalah karena predator pemangsa ulat bulu (buru ini mulai berkurang populasinya, akibatnya jumlah ulat bulu pun bertambah karna tidak ada yang memakannya, ini diakibatkan oleh Perburuan liar yang dilakukan secara besar-besaran sebagai komoditas perdagangan menjadikan populasi burung liar pemakan ulat ini menurun drastis, nah pada akhirnya keseimbangan alam terganggu
jadi saya harap temen-temen tindak lagi merusak alam, menganggu mahluk hidup ayang ada di dalamnya pa lagi klo sampai menebang pohon sembarangan.. bisa-bisa ulat bulu menyerang manusia klo pohonnya mulai habis, selain itu penebangan pohon secara liar bisa mengakibatkan global warming lho... belum lagi perburuan besaran yang dilakukan sebagian orang, bisa- bisa semua hewan jadi langka karena ulah dari manusia itu sendiri
mungkin benar apa yang dikatakan oleh ketua DPR RI Marzuki Alie bahwa
"Itu peringatan Tuhan. Apapun kejadian itu adalah peringatan Tuhan supaya kita instropeksi atau mengevaluasi diri, apa yang harusnya kita perbaiki," kata dia di Gedung DPR, Rabu, 13 April 2011.
so tetaplah menjadi orang yang baik, kelolah alam dengan baik agar alam tetap terjaga kelestariannya sebab alam adalah Rumah kita

Monday, April 25, 2011

SAS kekurangan rekrutmen

Resimen pasukan elit Inggris, SAS, mengalami krisis rekrutmen. Pasalnya, banyak tentara reguler Inggris tengah menjalani misi yang berat di sejumlah medan tempur sehingga mereka kurang berminat untuk masuk SAS, yang artinya harus menjalani seleksi yang berat pula.

Krisis itu terungkap dalam suatu surat untuk pejabat tinggi militer Inggris, yang bocor ke media massa Inggris. Surat itu ditulis komandan Kesatuan Infantri, Brigadir Jenderal Richard Dennis, kepada Kepala Angkatan Darat Jenderal Sir Peter Wall. Surat itu juga bocor ke harian The Telegraph, The Guardian dan sejumlah media lain.

Dalam bocoran surat itu, Dennis mengingatkan bahwa tingginya ritme operasi Angkatan Bersenjata dan operasi militer yang tak kenal jeda di Afganistan menjadi penyebab turunnya jumlah rekrutmen bagi SAS.

SAS, menurut Dennis, kesulitan untuk mengalokasi latihan seleksi karena banyaknya operasi militer di Afganistan. Selain itu, banyak calon rekrutan dilanda sindrom "takut gagal" bila menjalani seleksi.

Resimen pasukan khusus selama ini dipandang memiliki posisi yang unik dan prestisius dalam militer Inggris karena selalu menjalani berbagai operasi yang menantang. Namun, akhir-akhir ini posisi itu mulai luntur.

Laporan itu merupakan pukulan besar bagi SAS, yang sering dipandang sebagai salah satu unit pasukan khusus yang ternama di dunia. Resimen itu telah memainkan peran penting dalam sejumlah konflik besar, yaitu di Afganistan dan Irak.

SAS pun berperan dalam melumpuhkan aksi-aksi terorisme. Salah satunya adalah berhasil mengatasi krisis penyanderaan di Kedutaan Besar Iran di London pada 5 Mei 1980.

Namun, dalam surat yang ditulis Dennis, SAS kini mengalami tantangan untuk merekrut banyak personil. SUrat itu juga mengutip pernyataan komandan Resimen SAS bahwa perlu lebih banyak lagi tenaga muda dan berkualitas.

Siapa Pepi Fernando?

Belum banyak data yang bisa diungkap. Para tetangganya di kelurahan pejuang juga tidak terlalu mengenalnya. Sebab dia jarang pulang ke rumah. Paling rajin sepekan sekali pulang. Itu pun dia jarang keluar rumah. “Pepi memang jarang pulang,” kata Namsur, Ketua RT 08/RW 19, tempat kontrakan sang mertua. Warga di sana cuma mengenal Pepi itu sebagai menantu Alwi Hasmi.

Sang mertua ini sejatinya sudah menetap selama 9 tahun di RW 19 itu. Tapi lantaran rumahnya direnovasi dia sempat berpindah-pindah. Alwi, misalnya, tercatat pernah mengontrak rumah di tiga RT yang berbeda di RW 19 itu. Berturut-turut dia menyewa rumah di RT 03, RT 10 dan yang terakhir di RT 08 itu.

Di kontrakan RT 08 itu keluarga ini baru sebulan. Menurut Namsur, saat pindah Alwi Hasmi tidak menyerahkan kartu keluarga. “Hanya Kartu Tanda Penduduk saja,” katanya. Walhasil sang ketua RT ini tidak terlalu tahu soal menantu Alwi ini. Apalagi aktivitasnya.

Identitas Pepi Fernando ini cuma terkuak sedikit dari kepolisian. Dia lahir tahun 1979. Pepi adalah lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. “Dia lulus tahun 2001,” kata Boy Rafli Amar. Pihak UIN sendiri masih menyelidiki kebenaran informasi dari kepolisian ini.

Menurut polisi, Pepi pernah bekerja sebagai reporter infotainment di sebuah rumah produksi. Berita-berita tentang para pesohor rumah produksi itu ditayangkan di sebuah televisi swasta di Jakarta. Lantaran pernah bekerja di infotainment itu, Pepi dikenal sejumlah pekerja media.

Aksi Pepi inilah, kata polisi, yang diduga menyeret nama kameraman Global TV yang berinisial IF. Dan IF ini adalah orang ke 20 yang ditangkap polisi di rumahnya di kawasan Halim Jakarta Timur pekan lalu.

Menurut keterangan kepolisian, Pepi pernah mengajak IF bertemu sebelum kasus bom buku marak Maret 2011. "IF dan Pepi ini sifatnya menyampaikan," kata Boy. "Informasi yang disampaikan akan ada aksi teror terutama pada hari Jumat, ditawarkan pada IF, informasi ini sifatnya peliputan," kata Boy.

IF sendiri, lanjutnya, tidak berhubungan dengan jaringan ini. Artinya dia bukan anggota jaringan. Dia hanya berhubungan dengan Pepi Fernando. Keterlibatan IF hanya semenjak kasus bom buku itu marak. “Sebelumnya tidak pernah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Densus 88,” kata Boy.

Itu sebabnya, lanjut Boy, IF masih mungkin bebas jika dalam pemeriksaan polisi dia memang tidak terlibat. “Apakah IF melanggar undang-undang terorisme, tunggu 7x24 jam,” kata Boy.

Hingga kini masih menyelidiki hubungan antara jaringan yang diduga dipimpin Pepi ini, dengan kelompok teroris yang sudah lama beroperasi di Indonesia.